Sejarah "Warteg Bude Sehat"
Saat ini rumah makan siap saji asal negeri orang bertebaran di wilayah
perkotaan. Namun rumah makan asli Indonesia pun masih bertahan seiring
dengan makin ketatnya bisnis rumah makan seperti Rumah Makan Padang dan
juga Warung Tegal atau yang biasa dikenal dengan nama Warteg.
Kali ini Madubranta akan membahas tentang sejarah dari Warteg. Siapa
yang tak kenal warteg? Tempat makan yang biasanya berbentuk bangunan
bilik kecil berwarna biru dan bisa ditemukan dibanyak tempat. Pegawai
kantoran bahkan mahasiswa pun tidak asing lagi dengan tempat makan yang
menyediakan makanan dengan harga yang sangat cocok untuk saku mereka.
Ada beberapa versi tentang sejarah warteg. Pertama, beberapa kalangan
percaya jika warteg muncul pada tahun 1950-an hingga 1960-an. Berawal
dari pesatnya pembangunan di ibukota sehingga keberadaan tukang atau
kuli bangunan semakin banyak. Peluang emas tersebut pun terbaca oleh
warga Tegal, kelompok warga Tegal mulai menyediakan layanan kuliner
dengan harga terjangkau bagi para kuli. Hal ini juga yang membuat Warteg
sering ditemui didekat lokasi proyek pembangunan sampai saat ini.
Lalu ada versi kedua yang menyebutkan bahwa warteg bermula pada zaman
Sultan Agung dan VOC. Pada saat itu Tegal menjadi wilayah perbatasan
antara Mataram, Cirebon dan Batavia. Sultan Agung dua kali menyerang
Batavia secara besar-besaran, berturut-turut tahun 1628 dan 1629. Untuk
kepentingan penyerangan ini, Sultan Agung memerintahkan pembukaan lahan
sawah di wilayah Indramayu, Karawang dan sekitarnya, untuk menjamin
ketersediaan logistik pasukan yang akan bertempur. Bupati Tegal kala
itu, Tumenggung Martoloyo ditunjuk sebagai senapati panglima perang,
sekaligus menyiapkan pasokan makanan peperangan, termasuk penyediaan
logistik.
Menurut buku yang ditulis oleh penulis asal Tegal, Suriali Andi Kustomo
dalam bukunya Tegal, Kota yang Tak Pernah Tidur (2004), kuat dugaan
Martoloyo mengerahkan warga Tegal juga menjadi petani yang menyiapkan
lahan di Indramayu, hingga menjadi juru masak pasukan di Batavia.
Begitulah sejarah dari Warteg. Sedangkan untuk makanan yang disajikan Di
warteg biasanya tidak ada yang spesifikan yang pasti ada disetiap
warteg. Bila pada RM Padang hampir pasti selalu ada rendang, daun
singkong rebus dan sambal balado, pada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar